Senin, 19 Juli 2021

3 Jenis Taman Jepang ala Zen Yang Kamu Harus Tahu

3 Jenis Taman Jepang ala Zen Yang Kamu Harus Tahu

3 Jenis Taman Jepang ala Zen Yang Kamu Harus Tahu
Senin, 19 Juli 2021

 


Jejepangan - Dalam sejarahnya, masyarakat Jepang memang menyukai keindahan alam yang kemudian banyak mereka manifestasikan dengan pembuatan banyak taman. 


Dalam bahasa Jepang, istilah taman disebut dengan “kouen” dan terdapat berbagai macam jenis yang berdasarkan pada konsep berdasarkan Budha Zen. Sesuai dengan filosofi Budha Zen, taman di Jepang dibuat dengan sederhana yang bahan-bahannya berasal dari alam. 


Taman Zen hanya diperuntukkan bagi yang ingin menyaksikan keindahan paripurna dan bukan untuk dimasuki atau diinjak-injak.


Taman Jepang ala Zen ini terbagi menjadi tiga macam dimana keseluruhan tamannya terdapat elemen bebatuan. 


Mengapa demikian? Masyarakat Jepang menganggap bahwa elemen batuan merupakan unsur alam yang natural  dan dipercaya memiliki makna sesuai dengan bentuknya, mulai dari “taido” yakni batu tinggi vertikal, “reisho” merupakan batu pendek vertikal, “shigyo” yakni batu yang berbentuk melengkung, “shitai” atau batu datar pipih, sampai “kikyaku” atau batu sandaran.


Taman Tsukiyama Jepang yang Indah


Taman Zen yang pertama disebut dengan Tsukiyama yang pertama kali diperkenalkan pada masa edo. Taman ini dibuat dengan konsep alam pegunungan Jepang atau China. 


Dan Taman Tsukiyama merupakan salah satu taman tertua di Jepang yang tentunya telah memiliki sejarahnya yang panjang. 


Adapun yang menjadi unsur utama dari taman ini ialah batu, kolam pohon dan lainnya. Pun ada bunga yang menjadi elemen dasar untuk semakin memoles keindahan dan keelokan Taman Tsukiyama yang menjadi kebanggaan masyarakat Jepang ini. 


Taman ini terkenal sangat indah dan menjadi refresentasi keindahan dari apa yang biasanya ada dalam fikiran dan imaji masyarakat Jepang secara keseluruhan.


Hewan kura-kura dan bangau merupakan refresentasi dari mitologi Jepang dan China yang menggambarkan panjang umur dan kebahagiaan. Kedua hewan tersebut karena dianggap bertua sebagai pertimbangan mitologi tadi, kemudian banyak diletakkan di Taman Tsukiyama. 


Makanya tak heran kalau kemudian Taman Tsukiyama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Jepang yang didalamnya mencerminkan tradisi mereka yang sangat kaya akan warisan dan budaya. Taman ini juga bisa dibaca sebagai cerminan dari perspektif keagamaan di Jepang.


Lanskap Indah Taman Karesansui Jepang


Kemudian taman yang kedua disebut Karesansui atau taman kering. Taman jenis kedua ini cenderung gersang tanpa air maupun tanaman. Kalaupun ada tanaman didalamnya, jumlahnya sangat terbatas sekali. 


Untuk dapat menikmati keindahan taman ini orang yang melihat disarankan untuk lebih mengaktifkan imajinasinya bahwa hamparan pasir putih dan kerikil itu merupakan permukaan air. 


Didalamnya juga ada jembatan yang dibangun untuk memberikan kesan adanya aliran air dibawahnya. Adapun pola-pola pada hamparan pasirnya dilakukan penataan sedemikian rupa dengan penggaruk bambu untuk melambangkan adanya airan air.


Taman Karesansui ini memang berbeda dengan taman-taman yang lain dimana sifatnya abstrak. Jenis taman ini berkembang di kuil-kuil Zen pada masa Muromachi sehingga juga dikenal dengan taman Zen. 


Walaupun begitu, di Jepang konsep taman Zen seperti ini sudah ada dari dulu, misalnya saja pada taman gaya kaiyu dan taman gaya shinden-zukuri yang dibangun di rumah kediaman resmi daimyo. 


Setelah populernya taman batu di Jepang pada masa Muromachi, taman batu Jepang pun berkembang dan banyak diterima  menjadi salah satu gaya taman di Negeri Sakura.


Sejarah


Taman batu Jepang pertama kali ditulis oleh Matsu Yoshikawa mengenai taman Jepang yang pertama yakni “pulau” yang dibangun oleh Soga no Umako ditepi Sungai Asuka pada masa pemerintahan Maharani Suijo. 


Berdasarkan ide tersebut, kemudian di kediamannya Pangeran Kusakabe dibangunlan lanskap taman untuk menggambarkan keindahan alam yang terdiri dari puau berukuran sedang, jembatan, kolam dan pantai yang berbatu. 


Dan Karesansui Gardens atau taman Karesansui ini merupakan jenis kedua taman batu di Jepang. Unsur-unsur yang sangat penting dalam pembuatan taman ini ialah pasir dan bebatuan. Pasir digunakan untuk menggambarkan laut dan diatasnya dibuat desain yang menyerupai gelombang ombak. 


Ketika Anda berkunjung ke Jepang maka akan mudah sekali ditemukan taman Karesansui yang abstrak dan lebih mengandalkan pada kekuatan imaji pelihatnya untuk bisa menikmati keindahannya yang tak kasat mata.


Taman Chaniwa yang Sangat Indah


Dibandingkan dengan kedua jenis taman diatas, taman Chaniwa ini berukuran tidak terlalu luas karena biasanya ditempatkan disebelah ruang inum teh atau chashitsu. 


Adapun unsur yang selalu ada dalam jenis taman ini ialahh batu pijakan menuju ke ruang minum teh, “ishidorou” atau lentera yang terbuat dari batu, “tuskubai” yakni baskom besar berbentuk uang koin yang biasanya terbuat dari batu. 


Taman Chaniwa yang ada di kuil biasanya tidak dibuka untuk umum, bahkan disekelilingnya biasanya dipagari dengan bambu. Hal tersebut didasarkan pada alasan bahwa upacara meminum teh memerlukan ketenangan untuk mencapai keadaan paripurna ketika bersemedi.

3 Jenis Taman Jepang ala Zen Yang Kamu Harus Tahu
4/ 5
Oleh

Tidak ada komentar: